Tags

, , , , ,

pet-shop-online-penghilang-bau-pipis-kucing

Menghilangkan Bau Urine Kucing

Ada banyak alasan mengapa seekor kucing tidak menggunakan litter box (bak pasir pup/kencing) yang kita sediakan di rumah. Jika kucing kita sakit, memiliki masalah habit, atau sedang berhadapan dengan hewan pendatang baru atau yang baru lahir, atau mereka sedang protes dengan litter box yang kotor, sehingga mereka menggunakan karpet baru Pet Lovers atau sofa yang baru saja dibeli sebagai tempat mereka melepaskan hajatnya.🙂

Tentu juga menjadi sangat penting untuk segera mencari tahu sebab mengapa mereka enggan/tidak mau memakai litter box yang telah kita sediakan. Tapi sementara kita menginvestigasi itu, tentu masalah akan terus berlanjut. Kita akan menemukan sofa cantik yang baru dibeli telah terkena kencing mereka. Jangan kesal dulu. Berikut akan kami berikan beberapa langkah yang semoga sangat bermanfaat menghadapi masalah ini dan mencegah Pet Lovers memiliki niat untuk menyerahkan kucing tersebut untuk diadopsi oleh orang lain.

10. Ambil paper towel (tissue ukuran besar) dan coba habus sebanyak mungkin urine yang Pet Lovers bisa.  Jika urine tersebar di area yang cukup luas dan kita tidak ingin menggunakan paper towel terlalu banyak, gunakan handuk atau pakaian bekas yang bisa dibuang setelah digunakan. Jika tempat urine berana di karpet, berdiri lah diarea tersebut, ingat gunakan alas kaki

9. Jika anda menemukan urine telah mulai mengering, jangan menggosok urine tersebut. Tuangkan air kembali agar menjadi basah dan mulai kembali mengelap/menghapusnya.

8. Hindari menggunakan deterjen yang mengandung amonia. Bau mirip urine yang terdapat didalam dertegent tersebut, bisa dikira sebagai bau urine kucing lain yang bisa membuat kucing anda kembali ke titik tersebut dan menandai dengan urine mereka kembali.

7. Cari dan gunakan produk penghilang noda dan bau urine/pup yang  banyak di jual di pet shop, pastikan anda menggunakan produk penghilang bau terbaik untuk hasil yang memuaskan.

6. Jika Pet Lovers memiliki cukup waktu, bisa juga gunakan cairan pembersih yang dibuat sendiri. Berikut komposisi cairan sendiri : campuran air dan larutan cuka. Cuka sangat bagus untuk membunuh bakteri. Campuran ini sangat cocok untuk noda lama dan baru noda. Coba 1 1/2 cangkir air hangat dan secangkir cuka ½. Tuangkan ramuan ini ke area noda dan biarkan selama sekitar 3 sampai 5 menit. Catatan: cuka tidak baik untuk marmer atau batu.

5. Sebagai pamungkas, gunakan baking soda. Setelah larutan air dan cuka mengering, taburkan baking soda dalam jumlah yang cukup banyak.

4. Lanjutkan dengan mencampur 3/4 cup hydrogen peroxide 3% dengan detergent pencuci piring. Percikkan di tempat bekas urine yang telah siram air cairan cuka dan ditaburi baking soda. Jangan lupa untuk mencoba terlebih dahulu di area kecil, karena terkadang Hydrogen Peroxide mengubah warna bahan kain atau bahkan memutihkan kain berwarna. Jika dirasa aman, lanjutkan di area yang lebih besar.

3. Sekarang saatnya untuk membiarkan campuran tadi bekerja dan mengering. Begitu spot bekas urine mengering, bersihkan sisa soda dengan menggunakan vacuum cleaner.

2. Jika langkah menggunakan resep pembersih sendiri ini cukup merepotkan maka menggunakan produk jadi penghilang bau yang bisa kita temukan di pet shop adalah yang terbaik.

1. Ingat, hanya karena anda tidak melihat adanya bekas noda, bukan berarti anda tidak dapat mencium bau “wangi” tersebut. Penggunaan deodorizer adalah salah satu cara untuk membantu menetralisir sementara. Cuka, baking soda dan penghilang bau buatan pabrik adalah jalan keluar yang paling efektif.

Selamat Mencoba Pet Lovers

Juaro

Artikel disadur dari : http://animal.discovery.com/